Iklan
RSS

Ketika Kerbau dan Sapi Bertengkar, Kambingpun Hanya Bisa Menonton

19 Nov

“Rise in Fuel [Gasoline and Diesel] Price – Indonesia Market”

MansarPost – Mumpung masih hangat,, ikut terjun bahas kisruh kenaikan harga BBM aaahhh,, mudah-mudahan tidak menambah rusuh suasana,, syukur-syukur bisa meredakan… 😀

BBM Habis

Kisruh kenaikan harga BBM subsidi sebesar 2.000 rupiah, baik untuk premium maupun solar, hingga kini masih terus berlanjut antara pemerintah beserta para pendukungnya dengan orang-orang yang menolak kenaikan harga BBM subsidi… Pemandangan seperti ini bisa kita temui di media massa yang sepertinya sudah mulai luntur netralitasnya, di jalan raya berupa demo penolakan kenaikan harga BBM yang malah bentrok dengan masyarakat, serta di media sosial yang seolah tidak ada habisnya… Terlihat jelas dalam kondisi-kondisi tersebut, bahwa pada masing-masing kondisi terdapat dua kubu yang berseberangan, mendukung dan menolak, pro dan kontra…

Wajar memang jika dalam suatu hal ada pihak yang mendukung dan ada pihak yang menolak, justru ini menggambarkan sesuatu yang sehat, selama perbedaan pandangan tersebut akan membuat kita lebih baik lagi kedepan… Namun ada satu hal yang sangat disayangkan menurut mansarpost, yakni tidak adanya transparansi atas data konkret untuk mendukung argumennya masing-masing [mohon dikoreksi jika salah, karena mungkin datanya ada tapi tidak dipublish ke khalayak umum] kebanyakan hanya mengandalkan logika berpikir masing-masing pihak…

Pemerintah beralasan bahwa kebijakan ini diambil karena selama ini subsidi BBM telah salah sasaran, karena membebani anggaran negara, karena bisa menghemat uang negara sekian triliun, dan lain sebagainya, namun di sisi lain harga minyak dunia saat ini sedang turun dan hal inilah yang dipertanyakan oleh pihak-pihak yang menolak, mereka beranggapan bahwa kenaikan harga BBM subsidi akan semakin menyulitkan rakyat kecil, mereka beranggapan bahwa ada kepentingan lain yang tersembunyi dibalik kenaikan harga BBM subsidi…

Dalam konteks perdebatan, alasan-alasan tersebut sama-sama kuat, hal terakhir yang menjadi penentu adalah validitas data-data yang mendukung berbagai alasan tersebut… Lalu pertanyaannya, apakah datanya ada…? Data yang sudah ada saja perlu diuji validitasnya, diuji kewajarannya, apalagi kalau datanya tidak ada…

Menyebar segala sesuatu tanpa data yang jelas, apalagi sampai menyudutkan pihak tertentu, tidaklah ubahnya seperti menyebar fitnah… Adalah sebuah ironi jika dalam setiap doa kita memohon agar terlindung dari segala macam fitnah, tapi tanpa kita sadari kita sendiri sudah menyebar fitnah… Apakah pantas seorang yang mencoba bunuh diri berdoa agar selamat dari percobaan bunuh diri yang dia lakukan…?

Itulah kiranya pendapat saya mengenai kisruh perdebatan atas kenaikan harga BBM subsidi kali ini, perdebatan yang saya umpamakan sebagai pertengkaran antara kerbau dan sapi, sedang penonton seperti saya ibarat seekor kambing… Dan tulisan ini adalah hasil review dari pertengkaran yang telah ditonton…

Sebelum saya akhiri, insting saya menyatakan bahwa pertengkaran antara kerbau dan sapi ini adalah karena hasutan seekor serigala dan memang kondisi inilah yang diharapkan oleh serigala tersebut… Namun sekali lagi saya ingatkan, ini hanyalah sekedar insting, tanpa ada data pendukung, maka janganlah pula ditelan secara mentah-mentah…

Salam Indonesia….

BACA JUGA :

Iklan
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 19 November 2014 in Tak Berkategori

 

Tag: , ,

8 responses to “Ketika Kerbau dan Sapi Bertengkar, Kambingpun Hanya Bisa Menonton

  1. Aa Ikhwan

    19 November 2014 at 11:00 am

    instingnya ajib 😀

    Suka

     
  2. uyipmotoblog

    19 November 2014 at 11:15 am

    kalau saya dimasak baru ditelan 🙂

    Suka

     
  3. aripitstop

    19 November 2014 at 12:07 pm

    weleh

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: