Iklan
RSS

Dilema Tol Trans Jawa [Pantura]

29 Nov

Dilema Tol Trans Jawa [Pantura]

Trans Java Toll Road Dilemma – Pantura Highway

MansarPost – Brosist sekalian, jalur pantura sebagai urat nadi perekonomian di pesisir utara pulau jawa hampir setiap tahun selalu dilakukan perbaikan, entah itu hanya menambal lubang-lubang bekas genangan banjir, peninggian permukaan jalan hingga pembetonan pada ruas-ruas tertentu… Kondisi ini disinyalir disebabkan oleh terlalu padatnya arus lalu lintas yang melewati jalan tersebut, sehingga hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar… Oke-oke saja kalau memang ada yang berpendapat demikian, namun satu hal yang harus diperhatikan adalah jalur tersebut bukanlah jalur yang hanya dilewati mobil-mobil besar pengangkut barang, namun juga dilewati oleh kendaraan-kendaraan lain, minibus, sepeda motor hingga sepeda ontel-pun bebas melewati jalur pantura…

Jadi harus diingat,, masalahnya adalah jalur tersebut adalah jalur bersama, jika jalur rusak tersebut hanya dilewati oleh mobil-mobil besar, maka akibatnya mungkin waktu pengiriman barang yang akan menjadi lebih lambat,, namun bagi para biker, taruhannya adalah nyawa…

Peta-Tol-Cikampek-Palimanan

Ilustrasi – Tol Cikapali

Angin segar sebetulnya sudah lama berhembus,, yakni adanya rencana jalan tol sepanjang pesisir utara pulau jawa, namun sekali lagi hal yang sangat disayangkan adalah progress yang cenderung jalan di tempat untuk beberapa ruas tertentu, setiap proyek bisa dipastikan mengalami kemunduran dari target yang telah ditetapkan, target tahun 2010, kelarnya malah 2015, itupun mungkin terkesan dipaksakan… Salah satu faktor penghambat yang khusus akan kita bahas disini adalah adanya penolakan dari Pemerintah Daerah, terutama bagi daerah yang memang secara langsung dilewati oleh jalur pantura ini… Jelas memang,, faktor ekonomi selalu dikedepankan dalam hal ini, Pemerintah Daerah takut jika nanti daerahnya tidak akan ramai seperti sebelumnya jika mobil-mobil beralih ke jalan tol…

Alasan yang masuk akal memang,, masuk akal dalam arti jika posisi kita sebagai Pemeritah Daerah tersebut,, namun bagi kebanyakan masyarakat yang butuh akan jalan tol, alasan tersebut terkesan hanya untuk kepentingan daerah tersebut saja, tidak dipikirkan manfaat jangka panjangnya atau tidak melihat multiplier effect-nya kepada sektor lain,,, yang namanya pendapat, wajar jika ada perbedaan, tergantung sudut pandangnya… Langkah untuk menyelesaikan masalah ini-pun tidak mudah, semua pihak (Pusat-Daerah) mengharapkan solusi yang sama enak atau win-win solution…

Solusi Jika Jalan Tol Tetap Dibuat

Jika seandainya jalan tol adalah harga mati yang tetap harus dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat,, Pemerintah Daerah sebagai pihak yang terkena dampak langsung harus memutar otak bagaimana caranya agar ekonomi di daerah tersebut agar bisa tetap berjalan… Caranya mungkin dengan memperbanyak pintu keluar-masuk tol yang melewati daerahnya,, tidak hanya di daerah-daerah yang ramai saja, daerah yang setengah ramai juga kalo bisa dibuatkan pintu keluar-masuk tol sehingga diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi di sekitar daerah yang ada pintu keluar-masuk tol… Cara lainnya adalah menambah jumlah rest area di sekitar daerah tersebut… Investor yang ada di rest area-pun kalo bisa adalah para pengusaha rumahan lokal, sehingga daya saing ekonominya bisa meningkat pula…

wpid-jembatan_timbang_kalianda-300x185.jpg

Solusi Jika Tol Terpaksa Ditunda/Dihentikan

Walaupun berat,, tapi kemungkinannya masih tetap ada ya, terlebih jika daerah yang menolak bukan cuma satu, namun sebagian besar daerah yang bakal dilewati jalan tol tersebut… Pemerintah Pusat-pun harus mencari cara agar distribusi logistik tetap berjalan normal tanpa merusak jalur pantura… Dan caranya tidak bisa bergantung sepenuhnya pada Pemerintah Pusat… Pemerintah Daerah selaku pihak yang bertanggung jawab atas “jembatan timbang” seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh atas jembatan timbang yang ada saat ini,, apakah sudah menjalankan tupoksinya dengan benar, karena peranannya sangat penting dalam mencegah setiap kendaraan yang melewati jalur pantura dengan tonase berlebih… jangan malah ditekan untuk menghasilkan pendapatan sebanyak-banyaknya, “jembatan timbang” bukan profit center… Solusi lainnya bisa dengan menambah lebar jalan, membuat jalur-jalur alternatif tambahan, dan satu lagi yang tidak kalah penting adalah dengan meningkatkan peran transportasi laut sehingga “beban berlebih” yang dianggap biang keladi rusaknya jalur pantura bisa diurai ke beberapa media transportasi lain…

Okke cukup sekian brosist,, monggo dikoreksi jika salah,, semoga berguna,, terima kasih…

BACA JUGA :

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2014 in Transportasi

 

Tag: , , , ,

5 responses to “Dilema Tol Trans Jawa [Pantura]

  1. Fajar

    29 November 2014 at 7:44 pm

    truk emang rata2 pada bawa bawaan berlebih.. pungli di jembatan timbang juga masih jamak.. ini yg bikin jalan tambal sulam tiap tahun.. solusi lain untuk logistik sebenernya ada juga kereta barang..

    soal tol cikampek – palimanan, kemaren yg bikin lama itu soal pembebasan lahannya yg susah, kalo konstruksi mah cepet.. skrg tanah udah beres, pengerjaannya yg dikebut..
    kenapa gw tau, gw ngikutin perkembangan proyeknya krn punya saham si kontraktornya.. hahaha..

    tapi kalo gw liat2.. prediksi gw entar pas musim lebaran tol cikampek palimanan bakal dipake khusus buat mobil pribadi dan bus penumpang.. truk2 dibuang lewat ke pantura.. dari cikampek lanjut palimanan, lanjut kanci, trus terakhir keluar di pejagan, brebes.. nah disini mulai bottleneck lagi karena tol pejagan – pemalang masih rencana..
    entar kendaraan tumplek di pejagan macet total juga..hahaha.. XD

    *btw multiplier lan bukan multiplayer.. hehe

    Suka

     
    • mansarpost

      29 November 2014 at 7:56 pm

      Mantaaap jar… Ohh iya,, kereta malah nga kesebut ya…
      Wuuuiihhh sahamnya benhard dong… 😀
      Iya jar,, kemacetan bakal masuk di jateng bag barat,, setelah pejagan,, makanya cikapali paling efeknya baru sampe cirebon dan sekitarnya…
      Multiplayer,, kudu belajar lagi niihh… Haha 😀

      Suka

       
      • Fajar

        29 November 2014 at 8:55 pm

        haha.. gw Indonesianya lan.. Lintas Marga Sedaya patungan Malaysia – Indonesia.. Plus Expressways Berhad sama Nusa Raya Cipta (NRCA).. NRCA anak usahanya Surya Semesta Internusa (SSIA) yg punya kawasan industri surya cipta di Karawang..

        Suka

         
  2. aripitstop

    29 November 2014 at 8:25 pm

    Nyimak

    Suka

     
  3. KLX Adventure

    29 November 2014 at 8:44 pm

    Seneng sih kalau ada tol sepanjang Jawa. Sebagai rider jadi enak kalau lewat Pantura. Nggak perlu dempet-dempetan sama bus atau truk yang mengerikan itu

    ========

    D’Tracker X, Supermoto 250 cc Andalan Kawasaki http://klxadventure.com/2014/11/29/dtracker-x-supermoto-250-cc-andalan-kawasaki/

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: