Iklan
RSS

Inilah Alasannya Kenapa Banyak Anak Kecil Bebas Berkendara di Jalan Raya….

05 Des

Inilah Alasannya Kenapa Banyak Anak Kecil Bebas Berkendara di Jalan Raya….

This is the Reason Why Many Child is Free to Drive on the Road

MansarPost – Sobat pembaca setia,, dewasa ini semakin mudah rasanya bagi kita untuk melihat kondisi dimana sebuah sepeda motor dikendarai oleh seorang “bocah” yang belum seharusnya mereka mengemudikan sebuah sepeda motor…

image

Hal yang sama bisa juga kita temui pada kendaraan roda 4 aka mobil,, tidak jarang seorang anak SMP mengendarai sebuah mobil sendiri,, apalagi orang kaya yang di rumahnya udah kebanyakan mobil,, mobil ibarat sebuah mobil-mobilan dimana ketika sang anak minta dibelikan, maka saat itu juga sang orang tua akan membelikannya,, semudah itu brosist…

Yang menjadi pertanyaan adalah,, kenapa hal tersebut bisa terjadi….??

Semakin Mudah Dikendarai…??
Apakah sudah sedemikian mudahnya mengendarai sebuah kendaraan saat ini hingga kejadian-kejadian diatas sering kita jumpai…?? Yuuup,, tidak heran memang, motor-motor saat ini semakin easy to ride,, semakin mudah dikendarai,, bagi seorang pemula sekalipun… Cukup dengan mengendalikan keseimbangan berkendara dan kesesuaian dalam bukaan gas dan rem,, maka seseorang akan bisa mengendarai sepeda motor…
Sama halnya dengan roda 2,, roda 4-pun demikian,, banyaknya pilihan mobil matic semakin memudahkan pengemudi,, cukup injak gas langsung bruuuuummm…
Tapi apakah benar faktor “easy to ride” yang kini menjadi salah satu senjata marketing dari setiap pabrikan adalah penyebabnya….??

Harga yang Semakin Terjangkau…??
Untuk kasus ini sebetulnya relatif ya,, kendaraan saat ini memang terasa semakin terjangkau,, namun padahal hal ini terjadi karena kondisi perekonomian yang semakin membaik, sehingga harganya menjadi terasa semakin murah… Namun apapun alasannya yang jelas kondisi ini membuat kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 menyebar dengan sangat cepat ke berbagai penjuru di Indonesia… Apakah faktor ini yang menjadi penyebab kondisi di atas….??

Sebetulnya 2 alasan diatas adalah alasan yang bisa membawa dampak positif bagi kita semua masyarakat Indonesia,, hanya saja ketika kondisi tersebut tidak disikapi dengan baik,, yakni mengabaikan faktor “usia” dalam berkendara, maka kondisi semakin banyaknya anak kecil bebas berkendara seperti yang dijelaskan di awal akan menjadi suatu hal yang lumrah untuk ditemui… Jadi jelas,, masalah utamanya adalah faktor pengawasan orang tua yang cenderung lalai dalam mengawasi sang anak…
So,, bagi sobat pembaca semua,, mari kita sikapi berbagai kondisi di atas dengan baik, yakni dengan mengawasi anak,, sanak saudara,, teman dan sebagainya agar mereka bisa berkendara tepat pada waktunya…
Sekian dari mansarpost,, terima kasih…

BACA JUGA :

Iklan
 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Desember 2014 in Transportasi

 

Tag:

16 responses to “Inilah Alasannya Kenapa Banyak Anak Kecil Bebas Berkendara di Jalan Raya….

  1. Bawono Priadi

    5 Desember 2014 at 7:02 pm

    orang tua yg malas dan mengejar praktis aja, anak belum cukup umur diajari naik motor biar ga perlu antar jemput sekolah

    Suka

     
  2. orong-orong

    5 Desember 2014 at 7:03 pm

     
    • mansarpost

      5 Desember 2014 at 7:16 pm

      Sayang mendukung dalam hal yang salah ya…

      Suka

       
  3. wtf170

    5 Desember 2014 at 7:22 pm

    Kadang orang tua malah bangga kl anak kecilny bisa naik motor..

    Suka

     
    • mansarpost

      5 Desember 2014 at 7:24 pm

      Iya bener,, sebuah pemikiran sesat,, malah kasian sebetulnya,, dibilangin malah dibalikin sok nasihatin… Tobat tobat…

      Suka

       
      • wtf170

        5 Desember 2014 at 7:26 pm

        Orang tua kolot

        Suka

         
  4. datuktoman

    5 Desember 2014 at 8:33 pm

    kadang orang tua perlu nyuruh anak nya yg masih dibaeah umur untuk kewarung atau kemana, naik motor, dari kecil memang sudah di ajarkan. guna membantu orang tua. ya begitulah yang terjadi di sekitar. orang tua cuma bilang, jangan ngebut ngebut…..

    http://prodokopling.wordpress.com/2014/12/05/waw-ternyata-tukang-las-indonesia-paling-dicari-di-dunia/

    Suka

     
    • mansarpost

      6 Desember 2014 at 3:37 am

      Iya ya,, mungkin selama warungnya tidak harus ke jalan raya masih bisa ditolelir ya, masih dalam batas-batas wajar…

      Suka

       
  5. brigade jalan raya

    5 Desember 2014 at 9:22 pm

    saya sudah sering menemukan komentar komemtar di atas saya 🙂

    itu merupakan bentuk kerisauan. kalo mas man memandangnya sebagai sebab akibat yang multi dimensi, sebagian komentator juga begitu tuh. tapi sebagian lainnya menganggap hal wajar, sebabnya ya suatu saat mereka akan pakai motor.

    selain easy to ride, harga beli murah, ekonomis dibanding tranportasi umum, beban kerja semakin meningkat, kepraktisan, dll, sampai minimnya pengetahuan tentang aturan lalu lintas, wajar yach. 🙂

    tapi saya ingat anak anak kecil dulu kalo pergi ke mana mana pakai kendaraan ya pakai sepeda. zaman sekarang karena mempertimbangkan banyak hal justru mereka lebih memilih meninggal bersepeda, soalnya bermotor lebih nyaman. manusia kalo sudah di titik nyaman sulit berpindah. hal begini ga bisa ada habisnya yak. padahal negara bisa aja dalam jangka pendek meniadakan hal beginian. hukum harus kuat, tapi kita negara berkembang, masih banyak korupnya, KKn nya gitu deh. susah.

    gimana kalo sokusinya dengan pendekatan yang persuasif. bertahap gitu. anak anak kecil boleh pakai motor, tapiiii mini motorcycle. bisa pakai yang listrik, atau konvensional.

    dengan spek max speed 30-40 km/jam. dengan desain jozzz lah, kek honda msx 125 lah. hehe. itu cukup. ga butuh sim.

    nah tahun depannya diharuskan anak sd / 10 tahun ke atas punya SIM. efek positifnya domino nih. sedari kecil sudah diajarkan aturan lalu lintas. dan prosedur prosedur terwujudnya sistem lalu lintas. gimana bikin sim, stnk, asik deh bagi mereka.

    karena konsep ini ibarat menggantikan sistem sepeda mekanik manual, diubah ke mekanik otomatis. jadi hakikatnya ga beda jauh spesifikasinya dengan sepeda. baik itu dslam soal speed dan akselerasi. jadi ntar disesuaikan aja khususnya buat jalur mini motor ini. artinya mini motor boleh menggunakan trotoar alias jalur pejalan kaki. tetap tertib kan 🙂

    biar mereka diapresiasi berkat mau punya sim, dan belajar lalu lintas, tertib lalu lintas, negara membuat even balap motor mini supaya bakat, naluri, dan rasa ingin tahu tentang motor (kalo laju itu bahaya) tersalurkan. jadi mereka paham bahayanya laju di jalan raya. tau mana yang salah dan bener. kalo ga coba di sirkuit ga tau tuh rasanya jatuh naik motor gimana 🙂

    karena efek domino, produsen baju balap,.helm, sepatu.riding bakal meningkatkan produksi karena adanya segmen baru. harga produk makin murah. ekspor sekalian. karena.indonesia pelopor anak anak punya sim. haha.

    Suka

     
    • mansarpost

      6 Desember 2014 at 6:50 pm

      Makjoos tenan ki komentarnya masbroo brigade jalan raya,, udah kayak satu artikel penuh… :D,, selain itu juga selalu memandang dari sisi lain dan mencoba untuk tidak melawan arus,, tapi justru mengarahkan arus tersebut ke arah yang lebih baik… Mudah2an suatu saat nanti bisa seperti itu ya (sesuai saran mas brigade),, sama halnya kayak di Eropa/Barat,, pakai SIM berjenjang,, walaupun berat, tapi selama memungkinkan patut dicoba oleh para pembesar negeri,, kalopun dirasa belum bisa,, minimal penegakan hukum dulu dah ya…
      Ohh ya masbroo,, nanti kapan2 kalo komennya masbro tak angkat jadi artikel boleh ya… 😀

      Suka

       
  6. brigade jalan raya

    5 Desember 2014 at 9:24 pm

    saya sudah sering menemukan komentar komentar yang maksudnya sama kek di atas saya 🙂

    itu merupakan bentuk kerisauan. kalo mas man memandangnya sebagai sebab akibat yang multi dimensi, sebagian komentator juga begitu tuh. tapi sebagian lainnya menganggap hal wajar, sebabnya ya suatu saat mereka akan pakai motor.

    selain easy to ride, harga beli murah, ekonomis dibanding tranportasi umum, beban kerja semakin meningkat, kepraktisan, dll, sampai minimnya pengetahuan tentang aturan lalu lintas, wajar yach. 🙂

    tapi saya ingat anak anak kecil dulu kalo pergi ke mana mana pakai kendaraan ya pakai sepeda. zaman sekarang karena mempertimbangkan banyak hal justru mereka lebih memilih meninggal bersepeda, soalnya bermotor lebih nyaman. manusia kalo sudah di titik nyaman sulit berpindah. hal begini ga bisa ada habisnya yak. padahal negara bisa aja dalam jangka pendek meniadakan hal beginian. hukum harus kuat, tapi kita negara berkembang, masih banyak korupnya, KKn nya gitu deh. susah.

    gimana kalo sokusinya dengan pendekatan yang persuasif. bertahap gitu. anak anak kecil boleh pakai motor, tapiiii mini motorcycle. bisa pakai yang listrik, atau konvensional.

    dengan spek max speed 30-40 km/jam. dengan desain jozzz lah, kek honda msx 125 lah. hehe. itu cukup. ga butuh sim.

    nah tahun depannya diharuskan anak sd / 10 tahun ke atas punya SIM. efek positifnya domino nih. sedari kecil sudah diajarkan aturan lalu lintas. dan prosedur prosedur terwujudnya sistem lalu lintas. gimana bikin sim, stnk, asik deh bagi mereka.

    karena konsep ini ibarat menggantikan sistem sepeda mekanik manual, diubah ke mekanik otomatis. jadi hakikatnya ga beda jauh spesifikasinya dengan sepeda. baik itu dslam soal speed dan akselerasi. jadi ntar disesuaikan aja khususnya buat jalur mini motor ini. artinya mini motor boleh menggunakan trotoar alias jalur pejalan kaki. tetap tertib kan 🙂

    biar mereka diapresiasi berkat mau punya sim, dan belajar lalu lintas, tertib lalu lintas, negara membuat even balap motor mini supaya bakat, naluri, dan rasa ingin tahu tentang motor (kalo laju itu bahaya) tersalurkan. jadi mereka paham bahayanya laju di jalan raya. tau mana yang salah dan bener. kalo ga coba di sirkuit ga tau tuh rasanya jatuh naik motor gimana 🙂

    karena efek domino, produsen baju balap,.helm, sepatu.riding bakal meningkatkan produksi karena adanya segmen baru. harga produk makin murah. ekspor sekalian. karena.indonesia pelopor anak anak punya sim. haha.

    Suka

     
  7. suleman

    7 Desember 2014 at 7:39 pm

    kalo anak kecil bikin sim, yang seneng polisi mas bro. bakal banyak proyek baruuuu
    wkwkwkwkk :)))

    Suka

     
    • mansarpost

      7 Desember 2014 at 7:53 pm

      Huahahaha,, harus dibenahi dulu oknum-oknumnya ya… 😀

      Suka

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: