Iklan
RSS

Serangan Akhir Tahun VS Serangan Awal Tahun dalam Sudut Pandang Akuntansi

10 Des

Serangan Akhir Tahun VS Serangan Awal Tahun dalam Sudut Pandang Akuntansi

Year End Attack vs. Year Beginning Attack [Accounting Perspective]

MansarPost – Brosist sobat setia,, di bulan Desember ini ada sebuah fenomena unik yang sangat menarik untuk dibahas,, apa itu….?? Yuup,, fenomenanya adalah sesuatu yang biasanya terjadi di penghujung tahun akuntansi, dimana kalo di Indonesia ini kebetulan akhir periodenya adalah bulan Desember,, doi adalah “Serangan Akhir Tahun…..!!!”

image

Pernah ditawari produk dengan diskon segambreng di setiap akhir tahun…?? Atau bahkan brosist menunggu-nunggu moment seperti ini…?? Ya tunggu saja (kalo belum ada tawaran),, karena sejatinya di bulan inilah moment tersebut bertebaran di berbagai acara,, entah namanya “cuci gudang”, “gebyar diskon”, “promo akhir tahun”, whatever laaahh,,,, intinya barang diobral dengan harga yang lumayan miring… Naaaahh sebenarnya kenapa siih hal ini bisa terjadi….?? Yuuk kita bahas…

Setiap perusahaan, pada umumnya mempunyai target penjualan dalam satu tahun periode akuntansi, besar atau kecil angkanya, yang penting cukup realistis untuk dicapai… Naaahh ketika sudah mendekati akhir tahun namun jumlah penjualan masih jauh dari target, maka berbagai cara dilakukan salah satunya ya melalui obral “Serangan Akhir Tahun” ini… Ya sederhananya seperti ini…

Naaaahh bagaimana jika sebaliknya,, di bulan November misalnya target sudah tercapai….?? Secara sederhana harusnya di bulan Desember pabrikan nga terlalu ngoyo,, senjata-senjata disimpan buat “Serangan Awal Tahun”,, intinya pabrikan santai… Atau bisa juga momentum penjualan di bulan Desember dialihkan ke awal tahun,, jadi indent di akhir tahun tapi barangnya dikirim Januari, bisa juga seperti ini… Yang jelas,, kalo target sudah dipegang, jangan berharap bakal ada produk-produk fenomenal di akhir tahun,, wong target udah tercapai kok, kalopun ada paling cuma facelift striping 😀 formalitas aja…

image

Jadi secara sederhana,, sah-sah saja kalo kita berasumsi seperti ini:

Serangan Akhir Tahun –> Pabrikan lagi ketar-ketir targetnya belom tercapai…

Serangan Awal Tahun –> Pabrikan udah nyantai,, serangan awal tahun bisa jadi merupakan momentum di bulan Desember yang dialihkan ke awal tahun…

Naaaahh gitu brosist,,, sekali lagi mansarpost tekankan bahwa secara sederhananya seperti itu, kalo mau lebih detil ya harus ditelusur lebih jauh penyebabnya,, bisa jadi karena memang target yang dipatok terlalu tinggi diluar kemampuan yang dapat dicapai,, jadi tidak realistis….
Atau bisa juga produk lawas diobral karena ada produk baru yang mau keluar,, so stock lama dihabiskan “paksa” melalui yang namanya “cuci gudang”… Jadi kita tidak bisa serta merta langsung menilai bahwa pabrikan anu telah gagal atau pabrikan anu sudah sukses,, tetap harus diteliti lebih lanjut kalo kita mau menilai kinerjanya secara keseluruhan… Tapi yang jelas untuk pedoman awal, pemikiran sederhana yang sudah dijelaskan di atas bisa dijadikan patokan…
Okke sekian dulu artikel siang ini,, mohon dikoreksi jika salah,, semoga berguna…

BACA JUGA :

Iklan
 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Desember 2014 in Akuntansi

 

Tag: , , , ,

18 responses to “Serangan Akhir Tahun VS Serangan Awal Tahun dalam Sudut Pandang Akuntansi

  1. macantua

    10 Desember 2014 at 11:25 am

     
  2. brigade jalan raya

    10 Desember 2014 at 11:53 am

    semua perusahaan otomotif mesti punya alasan sendiri yak dari momen akhir tahun. konsumen dapat murah, karena ngurus pajak jalannya di tahun tahun baru/depannya. 🙂

    mesti promonya produk cuci gudang, kalo ada produj baru itu namanya ketiban duren. hehe. artinya produk baru dan peminatnya banyak ya bagusnya brojol di akhir tahun 🙂

    Suka

     
    • mansarpost

      10 Desember 2014 at 6:26 pm

      Tapi produk baru biasanya nga dapet diskon ya,, apalagi kalo masih laku keras, inden lagi, paling mentok cuma dapet bonus kalender… 😀

      Suka

       
  3. brigade jalan raya

    10 Desember 2014 at 12:04 pm

    mas man, seberapa besar yak perusahaan pakaian dibanding otomotif mempermainkan diskon secara “abal_abal”?

    Suka

     
    • mansarpost

      10 Desember 2014 at 6:30 pm

      Huahahaha,, kalo abal2 yang parah biasanya di sektor pakaian memang, atau produk ritel yang ragamnya banyak dimana harganya nga bisa diingat satu-satu (kurang kerjaan 😀 ),, harga naik dulu baru didiskon,, jadinya diskon semu aka abal-abal… Klo otomotif biasanya fair dia, cuma pilihannya kalo nga cash back atau diskon bunga kredit… IMHO loh ya… 😀

      Suka

       
  4. orong-orong

    10 Desember 2014 at 1:25 pm

     
  5. mp3 gratis

    13 Desember 2014 at 1:52 am

    aduh banyak banget diskon bikin tergiur

    Suka

     
    • mansarpost

      13 Desember 2014 at 5:21 am

      Jangan sampai beli bukan karena kebutuhan…. 😀

      Suka

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: