Iklan
RSS

Alasan Mengapa Harga Cabe Membumbung Tinggi

11 Des
Alasan Mengapa  Harga Cabe Membumbung Tinggi

Ohhhh,, ini ternyata alasannya kenapa harga cabai merangkak naik… ckckckck

Iklan
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2014 in Tak Berkategori

 

6 responses to “Alasan Mengapa Harga Cabe Membumbung Tinggi

  1. KLX Adventure

    11 Desember 2014 at 2:54 pm

    Orang Sumatera mumet ini. Tiap hari mesti makan pedes

    ========

    Zero Motorcycle akan Resmi Dijual di Indonesia Februari 2015 http://klxadventure.com/2014/12/10/zero-motorcycle-akan-resmi-dijual-di-indonesia-februari-2015/

    Suka

     
    • mansarpost

      11 Desember 2014 at 3:10 pm

      Mumet ndase,, mungkin porsi sambal menurun sejenak, nanti kalo harga udah normal baru porsi normal lagi… 😀

      Suka

       
    • datuktoman

      13 Desember 2014 at 9:24 am

      Bener bgt om ibu saya tiap hari marah2, penghuni rumah tiap hari minta sambel sih…

      Suka

       
      • mansarpost

        13 Desember 2014 at 9:46 am

        Huahahaha,, saatnya menanam pohon cabe, biar bisa panen sendiri, tinggal petik… 😀

        Suka

         
  2. blogger wonogiri

    11 Desember 2014 at 11:02 pm

    hmm harga cabe mahal gara gara pasokan dari petani kurang mungkin karena
    gagal panen, alih fungsi dari lahan cabe ke padi ato gk ada yang tanam cabe mungkin juga panennya telat :v

    Suka

     
    • mansarpost

      12 Desember 2014 at 6:58 am

      Bisa jadi bisa jadi,, jadi seolah memang kayak ada siklusnya,, saat harga anjlok banyak yg beralih ke tanaman lain, sehingga pasokan menipis, naaahh pas harga naik beralih ke cabe lagi, gitu aja terus muter2…

      Suka

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: