Iklan
RSS

Review Lengkap Test Ride Honda Sonic 150 R oleh Majalah Otomotif : Grafik Dyno Test, Konsumsi BBM, Top Speed dll…

16 Agu

Review Lengkap Test Ride Honda Sonic 150 R oleh Majalah Otomotif : Grafik Dyno Test, Konsumsi BBM, Top Speed dll…

Test Ride Honda Sonic 150 R by Otomotif Magazine

MansarPost – Alhamdulillah, mansarpost dipinjami majalah Otomotif edisi no. 14 : XXV 13 – 19 Agustus 2015 oleh kang mas Fian ganteng yang kebetulan di dalamnya ada artikel tentang sesi test ride duo andalan Honda terbaru, New CB 150 R StreetFire dan Sonic 150 R..
Naaah pada kesempatan kali ini, akan mansarpost sampaikan review lengkap tentang test ride Honda Sonic 150 R, lengkap mulai dari ergonomi dan handlingnya, fitur dan teknologinya, performanya yang mencakup hasil dyno test, akselerasi, top speed, hingga konsumsi BBM nya.. Langsung saja, berikut ulasan detil nya..

image

Ergonomi dan Handling
Ergonomi mirip dengan motor bergenre ayam jago pada umumnya, dengan stang model clip on, posisi tangan agak sedikit turun ke bawah dimana konsekuensinya pergelangan tangan akan terasa pegal pada perjalanan jarak jauh, terlebih jika sering melakukan pengereman.. Namun demikian, posisi tubuh pengendara masih lumayan santai, punggung masih bisa tegak, nggak terlalu nunduk..

image

Bagi biker dengan tinggi badan di atas 170 cm, sang Sonic 150 ini akan teras sedikit pendek.. Telapak kaki menapak sempurna dengan mudahnya, itupun posisi lutut masih menekuk akibat seat height nya yang hanya setinggi 762 mm saja..

Singset, ramping, ringan dan lincah,, itulaj kesan yang didapat.. Urusan menyalip di jalan sempit mudah dilaluinya..
Kinerja di bagian suspensi pun lumayan baik, saat santai empuk, saat cornering pada kecepatan tinggi pun tetap stabil, hal ini juga disokong oleh kinerja ban IRC NR 92 berukuran 70/90-17 berukuran 1,85 inchi untuk bagian depan dan 80/90-17 berukuran 2,15 inchi untuk bagian belakanh.. Ditambah dengan karakter sasisnya yang fleksibel,, nikung sampe rebah pun masih dijabanin..

image

Fitur
Lampu utamanya sudah mengadopsi lampu model LED, lampu lainnya belum.. Speedometernya juga sudah full digital, bentuknya kecil dan sederhana berisi informasi kondisi bahan bakar, data kecepatan, takometer model bar, dan indikator posisi gigi.. Sayang informasi jam dan trip meter tidak ada..
Untuk piranti pengeremannya, kelebihan sang Sonic 150 R ini dibekali cakram depan yang terlebar di kelasnya brosist yakni 296 mm,, lebih lebar 6 mm dibanding punya Suzuki Satria FU 150.. Sayang kaliper pistonnya cuma 1 buah (punya Satria 2 buah), namun demikian kinerjanya tetap mumpuni kok, cocok buat late braking..
Lanjut suspensinya brosist, kayak model-model motor ayam jago laah ya, depan teleskopik dengan ukuran as 26 mm.. Shock belakang sudah single, tapi nggak ada link nya seperti punya New CB150,, nggak bisa disetel pulak.. Standar laaahh..

image

Kekurangan utama di sektor ini adalah ketiadaan bagasi di bawah jok.. Mungkin ini konsekuensi dari bodynya yang ramping kali ya..
Ohh ya, mengenai fitur unggulan yang berisi kelebihan-kelebihan sang Sonic 150 ini, dulu juga pernah kita bahas disini..

Performa
Senada dengan para blogger kondang yang sudah melakukan test ride, torsi sang Sonic 150 R ini  memang galak di putaran bawahnya brosist, responsif, cocok buat dipakai Stop N Go di jalanan perkotaan.. FYI,  rasio final gear sang Sonic adalah 42/15.. Tuas kopling dan persneling buat oper gigi juga empuk dan nggak bikin pegel jari jemari.. Mungkin karena masih baru aja kali ya.. hehe.. 😀
Ohh ya, salah satu kekurangannya adalah adanya getaran di daerah kemudi (setang) dan bagian kaki pada putaran 7000 rpm,  namun demikian getaran ini perlahan menghilang di 8500 rpm.. Getaran ini merupakan konsekuensi dari karakter mesinnya yang square, tidak lagi overbore seperti halnya mesin Old CB150..

Grafik Dynotest
Berdasarkan pengukuran di mesin Dynojet 250i kepunyaan Sportisi Motorsport Rawamangun, sang Sonic 150 R ini mencatatkan hasil sebagai berikut..

image

– Power maksimum : 14,18 dk pada 8950 rpm
– Torsi maksimum : 13,08 Nm pada 6800 rpm

Sebagai perbandingan, berikut spesifikasi power dan torsi dari sang Sonic 150 ini..
– Power maksimum : 15,8 dk pada 9000 rpm
– Torsi maksimum : 13,5 Nm pada 6500 rpm
Jangan salah ya,, klaim pabrikan biasanya didasarkan pada tenaga di poros crank (on crank),, sedangkan angka hasil dyno test adalah power pada roda (on wheel) sang kuda besi,, jadi kalo beda (turun) ya wajar, ada tenaga yang hilang saat disalurkan ke roda belakang..

Akselerasi dan Top Speed
0-60 km/jam : 4,4 detik
0-80 km/jam : 7,4 detik
0-100 km/jam : 12,5 detik
0-100 meter : 7,3 detik
0-201 meter : 11,4 detik
0-402 meter : 18,4 detik
Top speed (on speedometer) : 137 km/jam
Top speed Racelogic (GPS) : 119,1 km/jam
Postur tester : 173 cm 65 kg

Sebagai perbandingan, berikut mansarpost sajikan kembali data top speed dan akselerasi dari sang rival, Suzuki Satria FU 150 dan Yamaha MX King 150 yang di test oleh Otomotifnet.. ( note : motor Suzuki Satria yang di test adalah yang versi Euro 2, bukan yang versi terbaru yang sudah Euro 3 )

Konsumsi BBM (Bahan Bakar)
Hal-hal terkait pengujian adalah sebagai berikut..
Metode pengujian : Full to Full
Bahan bakar digunakan : Pertamax (RON 92)
Postur tester : 173 cm 65 kg
Konsumsi BBM rata-rata : 40 km/liter
*Note : Konsumsi BBM menurut pabrikan sebesar 40,9 km/liter untuk standar Euro 3..

Spesifikasi Teknis

image

Bebek Super Lainnya – Rivals

image

image

Semoga bermanfaat.. 😀

Iklan
 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Agustus 2015 in otomotif, Perbandingan Produk, Produk Baru, Roda 2

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

12 responses to “Review Lengkap Test Ride Honda Sonic 150 R oleh Majalah Otomotif : Grafik Dyno Test, Konsumsi BBM, Top Speed dll…

  1. lzxcvbbnm

    17 Agustus 2015 at 7:07 am

    selisih sonic sama fu emang tipis banget, rivalitasnya emang nampak.
    kalok em ex king ya jd bebek komuter aja deh. gak cocok disandingkan dgn 2 motor ini. ato lbh cocoknya jgn pakek nama “king” lg. karna king hanya untuk sonic dan fu

    Suka

     
    • mansarPost

      17 Agustus 2015 at 7:20 am

      Yaaapp, MX menyasar segmen yg butuh fungsionalitas lebih.. Sedangkan Satria dan Sonic menyasar anak muda yang mengedepankan performa namun masih enak dipakai harian.. Namun karena dari sisi kubikasi dan harganya mirip2, makanya doi bertiga disandingkan bersama.. 😀

      Suka

       
  2. lzxcvbbnm

    17 Agustus 2015 at 7:08 am

    salah. “king” hanya untuk rx king. gak ada yg laen

    Suka

     
    • mansarPost

      17 Agustus 2015 at 5:39 pm

      Kalo orang bilang motor “King”, itu memang tertujunya ke RX King si legendaris.. Kalo MX King orang ttep jamak manggil doi MX saja.. Pas..

      Suka

       
  3. ardiantoyugo

    17 Agustus 2015 at 12:12 pm

    Simpangane speedo aakeh…. Wkkkwkwk…

    Yang menarik dari MotoGP Brno 2015: http://wp.me/p1eQhG-1jE

    Suka

     
  4. RF

    17 Agustus 2015 at 1:26 pm

    Lumayan jozz, tapi coba tunngu satria injeksi.
    Numpang sharing aplikasi android untuk merawat motor matic di Google play Gan
    https://play.google.com/store/apps/details?id=rifel.appliction.servisberkalamotormatic

    Suka

     
  5. Deny Setyoaji

    24 Oktober 2015 at 11:24 pm

    lumayan juga speknya ya ternyata…

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: