Iklan
RSS

Arsip Tag: aset tak berwujud

Mengenal Goodwill – Sepeda Motor Bukanlah Kumpulan Spare Part Semata, Namun Lebih Dari itu….!!

Mengenal Goodwill – Sepeda Motor Bukanlah Kumpulan Spare Part Semata, Namun Lebih Dari itu….!!

Examples of the Application of Goodwill

MansarPost – Sobat pembaca setia mansarpost,, hari senin niih, kita belajar bersama yuuk… Kali ini kita akan membahas tentang Goodwill dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari…

Pernahkah terpikir oleh sobat pembaca semua bahwa kenapa siihh harga motor Honda bisa lebih mahal dari motor TVS, padahal beberapa pihak menyebut bahwa kualitas spare part jauh lebih bagus punya TVS,,, niihh buktinya, video penyiksaan motor TVS….!!

Naaahh dengan membahas tentang Goodwill ini,, mudah-mudahan pertanyaan-pertanyaan seperti diatas bisa terjawab…

goodwill

Goodwill secara akuntansi merupakan salah satu bentuk Aset Tak Berwujud,, seperti halnya Paten yang dulu pernah mansarpost singgung sedikit disini… Goodwill akan menambah nilai suatu aset berwujud melebihi nilai yang membentuk aset tersebut secara fisik… Contoh mudahnya seperti dibawah ini… Read the rest of this entry »

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2014 in Akuntansi, Roda 2

 

Tag: ,

Ayo Tebak,, Kenapa Harga Produk di Awal Kemunculannya Lebih Mahal Dari Harga Sekarang…..??

MansarPost – Brosist sekalian,, sebelum dimulai mansarpost mau tanya nih,, tanpa bermaksud untuk membeda-bedakan,, brosist sekalian berselancar di dunia maya pakai media/gadget apa brosist….??
Naaahh pasti jawabannya beragam khan,, ada yang pakai PC, Desktop, Laptop, Tablet, Handphone…

image

Kalo dulu mungkin hanya bisa melalui PC atau dekstop saja y, karena laptop, tablet dan HH baru mulai booming beberapa tahun terakhir,,,, dan bahkan diawal-awal kemunculannya-pun harganya masih mahal amit-amit y brosist,, mungkin hanya kalangan-kalangan tertentu saja yang bisa menggunakannya (kalo bisa makenya itu juga…. wkwkwkwkwk)
Namunnn saat ini,, harga-harga barang tersebut sudah semakin ramah di kantong,, sehingga hampir seluruh lapisan masyarakat sudah bisa mencicipinya (minimal lihat barangnya di TV… :D)

image

Naaaahhh,, terkait fenomena tersebut,, terbesitlah suatu pertanyaan yang mengganjal,, apa itu brosist….?? Pertinyiinnyi adalah,, kenapa hal tersebut bisa terjadi….??

Oke lanjut,, dalam menjawab suatu pertanyaan,, kita tidak bisa sepenuhnya hanya mengandalkan insting ataupun logika, tapi juga butuh bukti empiris yang dapat mendukung argumen yang kita kemukakan….
Naaahh ternyata jawabannya terkait dengan pelajaran akuntansi brosist,, dimana saat pertama kali suatu produk lahir,, sebelumnya ada yang namanya riset dan ini nilainya tidak sedikit loh brosist,, riset inipun termasuk dalam aset perusahaan brosist,, termasuk aset yang tidak berwujud…
Dan ternyata menurut akuntansi,, aset tak berwujud ini harus disusutkan (diamortisasi) setiap tahun dimana dalam salah satu metodenya,, besar penyusutannya besar diawal dan cenderung menurun setiap tahunnya (metode saldo menurun)…
Naaaahhh untuk menutup beban penyusutan yang besar diawal-awal,, maka mau tidak mau hal tersebut dibebankan ke produk hasil riset tersebut,, dan karena inilah kenapa harga produk di awal kemunculannya lebih mahal dari harga sekarang…

image

Contoh lainnya adalah montor brosist,, coba lihat diawal-awal kemunculannya motor CB hanya 500ribuan saja,, eeeiit tapi itu dulu awal tahun 70an, harga segitu bisa buat beli beras berapa ton coba…. Naahhh terus sekarang berapa harganya,,, mirip khan kasusnya….. 😀
Memang sih untuk kasuh motor ini,, kalo dilihat rupiahnya kesannya masih mahalan sekarang,, itu karena jumlah tahunnya sangat jauh,, nilai rupiah tahun dahulu sama sekarangpun beda jauh,, sudah terdistorsi sama yang namanya inflasi…..

Oke brosist,, sekian dulu komat-kamit dari saya,, semoga bermanfaat y…
Salam Indonesia…

Catatan : masih banyak variabel lain yang menentukan, seperti metode amortisasi, jumlah produksi atas barang tersebut dsb.. Ilustrasi diatas hanyalah salah satu contoh saja…

BACA JUGA :

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Oktober 2014 in Akuntansi, Roda 2

 

Tag: , , , , ,